Pekerja / Investasi Millennial

Seiring perkembangan jaman yang dipengaruhi kemajuan teknologi, perusahaan dan pencari kerja saling menyesuaikan diri. Angkatan kerja baru yang berasal dari generasi millennial menginginkan fasilitas yang membuat pekerjaan tidak monoton namun perusahaan juga menginginkan timbal balik berupa kontribusi dari mereka untuk kemajuan perusahaan.

Millennial atau Generasi Y adalah generasi instan, generasi yang serba mau cepat. Mungkin banyak yang bertanya mengapa mereka bukan orang yang sabar. Namun jika kita melihat latar belakangnya adalah karena mereka mempunyai akses informasi yang sangat mudah. Akses cepat ini membuat mereka melakukan hal-hal lebih cepat daripada generasi sebelumnya seperti generasi baby boomer (kelahiran tahun 1946-1964) dan generasi X (kelahiran tahun 1964-1975).

Proses belajar bisa berlangsung lebih cepat, namun apakah karir mereka di dunia kerja juga bisa melaju cepat? Belum tentu. Karena di dunia kerja mereka harus melalui proses dan mereka harus membuktikan kinerjanya masing-masing.

Ekspektasi mereka sangat tinggi dari dunia kerja, tetapi ekspektasi dunia kerja juga sangat tinggi terhadap mereka. Jadi tidak semua millennial bisa sukses mencapai apa yang diinginkan oleh perusahaan.

Namun perusahaan perlu juga mengantisipasi kondisi dunia kerja di masa depan dengan menyediakan hal-hal yang diperlukan oleh millennial. Karena akan tiba saatnya dimana lebih dari 50% angkatan kerja merupakan generasi millennial. Untuk saat ini komposisi angkatan kerja masih tercampur antara generasi baby boomers, generasi X dan generasi Y. Dalam  5-10 tahun lagi generasi Y akan menjadi mayoritas di dunia kerja.

Jika melihat karakter generasi millennial ini sebenarnya cukup unik. Mereka memiliki pola pikir berani menanggung risiko kegagalan untuk mencapai keberhasilan yang memiliki rasio keberhasilan 1 berbanding 1000.

Untuk generasi Millenial disarankan juga untuk melihat proses sebuah kesuksesan, entah proses menjadi menjadi manajer, pengusaha atau profesi lainnya. Jangan bermimpi akan sukses dalam waktu “satu malam.”

Hasil survei mengatakan kalau generasi millennial memutuskan keluar dari sebuah perusahaan bukan karena uang, namun karena tidak ada tantangan. Mereka tidak terbiasa melakukan sesuatu yang monoton. Perusahaan harus jeli melihat ini sehingga tidak kehilangan pekerja millennial yang berbakat dan berkompeten. Kalau ada pekerja generasi millennial ini yang berhasil di satu pekerjaan, perusahaan sebaiknya menyiapkan tantangan baru. Tantangan baru ini bukan berarti sebuah promosi, namun lebih kepada hal baru yang lebih sulit dan menantang untuk dipecahkan.

Tips dan saran untuk millennial

  1. Millennial, untuk meraih kesuksesan pasti ada prosesnya namun jangan terlalu lama seperti baby boomers.
  2. Millennial harus produktif, cepat belajar, melakukan riset dan indikator kinerja kunci (KPI) tercapai, sehingga otomatis akan mencapai level terbaiknya.
  3. Millennial sebaiknya jangan terlalu sering berpindah kerja di berbagai perusahaan karena perusahaan akan lebih khawatir terhadap karyawan tipe seperti ini.

 

Nantikan artikel bermanfaat berikutnya dari kami untuk kalian para millennial, salam sukses.

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://www.investasi-millennial.com/masuk-dunia-kerja-apa-yang-harus-dipersiapkan-millennial/
Twitter
YouTube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *