Investasi Emas / Investasi Millennial

Mulai 2 Oktober 2017, bagi kamu yang akan membeli dan berinvestasi emas di PT Antam akan ada tambahan biaya dari pemerintah. Pembeli emas fisik batangan Antam dikenakan pajak penghasilan (PPh).

Pengenaan pajak penghasilan membuat logam mulia tidak ada bedanya dengan instrumen investasi lain seperti properti, tanah, obligasi, saham, deposito dan lain-lain yang dikenakan pajak.

Namun, berbeda dengan yang lain, pajak yang dikenakan pada emas hanya saat terjadinya transaksi. Maksudnya adalah pajak baru dikenakan ketika terjadi transaksi jual beli. Hal ini berbeda dengan properti, tanah, dan deposito yang dikenakan pajak secara berkala.

Pemerintah berargumen bahwa mereka memajaki emas untuk menambah pemasukan bagi negara yang saat ini masih dianggap defisit.

Seperti dikutip dari kompas.com, Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan PPh 22 untuk pembelian emas batangan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan 34/PMK.0.10/2017. Menurut Hestu, aturan itu menyatakan bahwa setiap pembelian emas batangan, akan dipungut PPh Pasal 22 oleh badan usaha penjualnya, dalam hal ini PT Antam.

Ada dua tarif PPh 22 bagi pembeli emas batangan yaitu, tarif sebesar 0,45% untuk pembeli yang punya NPWP (nomor pokok wajib pajak), dan 0,9% untuk pembeli yang tidak punya NPWP. 

Semenjak adanya sosialisasi dari pemerintah bahwa pembelian emas Antam dan emas batangan dikenakan pajak penghasilan, tentu kalian yang ingin berinvestasi di produk ini berpikir, “wah semakin mahal dong beli emas fisik?”

Dengan peraturan tersebut, apakah berinvestasi emas fisik masih dianggap menguntungkan? Mari kita lihat solusinya.

Harga emas stabil dalam jangka panjang

Harga emas di Indonesia relatif stabil dalam jangka panjang. Harganya tidak terpengaruh inflasi dan cenderung untuk naik.

Instrumen investasi yang likuid

Emas termasuk instrumen yang likuid atau mudah diuangkan. Untuk menguangkan emas saat kamu BU (butuh uang), tidak perlu waktu yang lama. Kamu bisa menggadaikan emas atau menjualnya di kantor pegadaian yang jumlahnya banyak dan dekat  rumah kamu.

Bagian dari dana darurat

Karena sifatnya yang likuid, maka emas bisa menjadi bagian dari dana darurat. Kelebihan emas sebagai dana darurat jika dibandingkan dana darurat berupa tabungan atau deposito, adalah sifat tahan inflasinya. Dana darurat berupa tabungan akan tergerus inflasi sementara jika diubah ke bentuk emas tidak berkurang nilainya.

Karena pajak PPh 22 yang dikenakan ke emas relatif kecil dan hanya sekali dikenakan saat transaksi, maka kami berpendapat investasi emas tetap favorit jika dilihat keunggulannya yang sangat banyak dibanding investasi lainnya.

 

Bagaimana dengan kalian? semoga artikel di atas dapat memberikan gambaran yang bermanfaat jika ingin berinvestasi emas fisik. Nantikan artikel bermanfaat kami selanjutnya dalam waktu dekat

 

 

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://www.investasi-millennial.com/masih-tertarik-investasi-emas-fisik-semenjak-adanya-pajak/
Twitter
YouTube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *