Rumah / Investasi Millennial

Tingginya harga rumah tentu membuat banyak generasi millennial yang menjadi kehilangan semangatnya untuk memiliki rumah sendiri sehingga banyak dari mereka yang terlihat pesimistis.

Penyebab millennial kesulitan memiliki rumah adalah tidak terkontrolnya kenaikan harga tanah di kota-kota besar, seperti di Jakarta, yang membuat harga rumah menjadi selangit.

Dalam artikel Jakarta Post bertajuk “ Millennials see owning a house as mission imposible” terungkap juga kesulitan mereka disebabkan mahalnya bunga KPR sehingga cicilan tidak bisa terbayar dengan  penghasilan mereka yang minim, terutama bagi karyawan yang fresh graduate.

Namun sebenarnya ada banyak cara untuk memiliki tempat tinggal walaupun ada beragam rintangan seperti yang digambarkan di atas. Berikut 5 tips yang mungkin bisa membuat kamu memiliki rumah impianmu. 

  1. Menabung otomatis untuk DP  

 

Langkah ini mungkin mungkin sudah cukup familiar di kuping kamu. Bagi para millennial yang memiliki keterbatasan dalam finansial, tentu akan kesulitan jika membelinya dalam bentuk tunai, sehingga harus melalui KPR dari bank.

KPR pun memerlukan uang muka atau down payment (DP) yang jumlahnya cukup besar.

Cara mengumpulkan uang muka agar tidak berat yaitu dengan menerapkan menabung dengan sistem autodebet. Sistem menabung otomatis ini cocok untuk kalian yang bertipe boros karena banyaknya keinginan untuk belanja, sehingga sulit untuk mengumpulkan uang muka.

Nah, untuk cara yang efektif buat menabung adalah menyisihkan penghasilan di awal bulan atau tak lama setelah menerima gaji. Menyisihkan sisa gajian di akhir bulan tentu lebih sulit.

Untuk saat ini sudah banyak kok bank-bank yang menawarkan tabungan berjangka yang bersifat autodebet. Dengan fitur tersebut kamu akan dipaksa menabung di awal bulan dengan periode tabungan bisa kamu pilih sendiri.

  1. Program cicilan DP

Selain menabung di bank untuk DP, beberapa pengembang membuat program cicilan DP yang memberi solusi bagi calon pembeli. Program ini biasanya akan membuat kamu mencicil uang muka selama jangka waktu tertentu.

Contohnya adalah pengembang akan memberikan waktu selama 2 tahun bagi calon pembeli untuk mencicil uang muka yang dihitung berdasarkan harga beli yang sudah di tentukan di awal.

Setelah cicilan uang muka lunas ke pengembang, barulah calon pembeli mengajukan kredit ke bank.

  1. Pilih KPR tenor panjang

 

Setelah masalah uang muka terselesaikan, tentu yang akan menjadi pertimbangan selanjutnya adalah nominal cicilan.

Buat millennial yang memiliki penghasilan terbatas, saat ini sudah banyak bank yang memberikan kelonggaran cicilan KPR dengan tenor yang panjang.

Umumnya bank akan memberikan batasan usia 55 tahun sebagai periode akhir cicilan. Artinya jika kamu yang masih berusia 20-30 tahun, tentu kamu punya peluang mendapatkan cicilan dengan tenor 25 tahun.

Cicilan dengan tenor panjang lebih meringankan namun tentu saja jika bisa melunasi dalam waktu lebih cepat akan lebih baik. Untuk itu, jika kamu punya rejeki lebih, kamu bisa mengurangi pokok KPR dengan membayar sebagian pokok KPR. Biasanya, pengurangan pokok KPR dengan membayar minimal 4 kali nilai cicilan. Setelah kamu bisa mengurangi pokok KPR, nilai cicilan per bulan ke depan akan lebih kecil dari sebelumnya.

  1. Kerja di perusahaan dengan fasilitas KPR

 

Cara ini tidak mudah namun tidak mustahil juga. Beberapa perusahaan biasanya akan memberikan subsidi bunga KPR atau uang muka kepada karyawannya.

Biasanya perusahaan perbankan atau perusahaan properti yang menyediakan fasilitas semacam ini. Bahkan ada perusahaan properti yang memberi harga rumah yang lebih murah untuk karyawannya.

Karena itu, jika kalian yang bekerja di perbankan dan properti jangan ragu untuk mengambil peluang tersebut yah.

Bagaimana, jangan pesimis yah untuk memiliki rumah impian kamu. Ternyata di era saat ini banyak caranya yang penting kalian jeli dalam menangkap peluang yang ada. 

  1. Beli rumah di pinggiran kota namun dekat akses transportasi

Membeli rumah tapak di kota besar jelas sudah sangat sulit karena harganya tidak terjangkau bagi para millennials. Saat ini, jika kalian ingin tetap memiliki rumah tapak, lokasinya yang paling memungkinkan adalah di pinggiran kota.

Namun ada baiknya kalian memilih lokasi yang memiliki akses dengan transportasi umum seperti KRL atau Transjakarta yang kini sudah mulai menjangkau daerah pinggiran kota seperti Depok dan Bekasi.

Buat kamu ada baiknya lebih sering mencari informasi tentang rencana pengembang atau Pemda yang saat ini memiliki rencana TOD (transit oriented development) yang mengintegrasikan properti dengan jaringan transportasi publik seperti KRL, MRT, LRT dan TransJakarta. Dengan adanya kebijakan tersebut, tentu ini sangat cocok untuk millennial yang ingin mencari rumah tapak di daerah pinggiran kota.

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://www.investasi-millennial.com/5-cara-mudah-millennial-mendapatkan-rumah/
Twitter
YouTube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *